Category Archives: Uncategorized

CARA BERBELANJA

Bagi anda pelanggan retail yang bermukim di sekitar Jakarta Selatan, kami memberikan layanan pengantaran langsung (COD)
ke tempat anda! dengan biaya pengantaran cukup Rp.25 rb saja, sudah termasuk pemasangan.

 Keuntungan melakukan pengantaran langsung oleh Elektronesia:

  • Aman, Bisa Bayar Langsung di Rumah / Kantor
  • Praktis dan nyaman, tanpa perlu keluar rumah
  • Bisa langsung dibantu pasangkan (GRATIS)
  • Pemesanan bisa langsung dibatalkan jika setelah dicoba jika ditempat anda SAMA SEKALI belum bisa menerima siaran digital.  Tetapi spesifikasi antena dirumah anda minimal wajib antena outdoor.

 

Atau daerah lainnya bisa dikirim dengan JNE.

Kami Amanah, Nomor resi pengiriman akan kami berikan melalui SMS,

sehingga anda bisa mengetahui up date lokasi

terkini barang anda dengan melakukan tracking melaui www.JNE.co.id

SEGERA lakukan order via SMS  dengan format  :

POLYTRON – Jumlah Unit – Metode Pengiriman (JNE / COD)  – Nama Pemesan – Alamat Pengiriman.

Contoh :

POLYTRON – 3 unit -  JNE – Vira Razak – Jl. Bunga Mawar No.5, Baloi Kusuma, Batam, Indonesia

atau

POLYTRON – 1 unit -  COD – Vira Razak – Jln. Kapten P Tendean No.88 C. Jakarta 12790

lalu kirim ke  0856 970 400 70

Selanjutnya, kami akan konfirmasikan total belanja + biaya pengiriman.

Silakan melakukan transfer pembayaran melalui salah satu rekening bank BCA atau Mandiri kami. Sebuah amanah bagi kami untuk melayani anda dengan jujur.

Pastikan anda hanya melakukan pembayaran ke

 Rekening BCA a/n Dicky Rinaldo No. Rek. 5470474981

atau Rekening Mandiri a/n Dicky Rinaldo  No. Rek.126 00 0606114 6

Lokasi kami di Jl. Lenteng Agung Raya No.22B Jagakarsa Jakarta Selatan 12640

klien

resi upload

Jual Set Top Box Polytron PDV 500T2 DVB-T2 BISA COD

Jual Set Top Box Polytron PDV 500T2 DVB-T2 – Merupakan set top box dvb-t2 pertama di pasaran yang telah terdapat fitur early warning system (EWS), EWS adalah teknologi asli Indonesia yang dikembangkan oleh BPPT. EWS ini berfungsi sebagai fitur peringatan dini bencana alam, jadi jika nanti ada Tsunami misalnya, saat menonton TV akan ada peringatan darurat.
Bagi anda yang penasaran untuk bisa menyaksikan siaran digital dan ingin menikmati teknologi asli anak negeri dalam sebuah produk berkualitas, bisa segera hubungi kami untuk bisa mendapatkan perangkat terbaru ini.

PESAN SEKARANGSegera nikmati GAMBAR TANPA SEMUT, TANPA BIAYA BULANAN & Tentu saja CUKUP DENGAN ANTENA UHF. Jual Set Top Box Polytron PDV 500T2 DVB-T2  GARANSI SELAMA 1 TAHUN RESMI DARI POLYTRON.

Set Top Box Polytron PDV 500T2

Set Top Box Polytron PDV 500T2

SERVICE CENTER POLYTRON DISELURUH INDONESIA

service center polytron

service center polytron

Segera beralih ke era baru tv digital bersama Jual Set Top Box Polytron PDV 500T2 DVB-T2 GRATIS TANPA BIAYA BULANAN, CUKUP BELI SET TOP BOX Nya saja.

 

Cara Setting Set Top Box TV Digital

Cara Setting Set Top Box TV Digital sebenanrnya mudah, anda cukup mencolokkan kabel RCA ( kabel tiga warna) yang biasanya ddapt pada setiap kemasan, seperti dalam setiap pembelian set top box getmecom yang sudah mendapatkan kabel RCA pada setiap pembeliannya.  jadi sebenanrnya sangat mudah,semudah memasang DVD Player.

Pasangkan set top box diantara antena UHF dan TV kita baik itu Tabung,LED,LED dll

 

 

Jual Set Top Box Berkualitas

Jual Set Top Box Berkualitas - Saya tidak hapal betul berapa sinyal televisi yang bisa ditangkap pesawat televisi saya. Atau begini saja, kalau sampeyan juga bukan pelanggan televisi berbayar seperti saya, dan hanya mengandalkan antena PF pada umumnya, mari bersama kita hitung berapa stasiun televisi yang ada di kota kita, Surabaya.
Baik, mari kita mulai menghitung; TVRI Nasional (stasiun televisi yang setia bermain di kanal VHF), TVRI-Surabaya (sudah UHF), RCTI, SCTV, ANTV, MNCTV (dulu TPI), GlobalTV, Indosiar, TransTV, Trans|7 (dulu TV7), MetroTV, TVOne (dulu Latifi), SindoTV/ MHTV, KompasTV/bctv, JTV, SBO, BBS, SurabayaTV, ArekTV, MNTV/B-Channel, TV9, Space Toon. Dan harus diakui, dari begitu banyak stasiun televisi yang ada (lokal maupun nasional), yang saban hari kita tonton paling-paling ya stasiun yang itu-itu saja.

Siaran televisi gratisan itu, tentu tak terlalu banyak bila dibanding dengan yang disediakan jaringan televisi berbayar yang gencar sekali menggaet pelanggan baru. Tetapi, konon masih sedikit sekali prosentase orang Indonesia yang berlangganan televisi dibanding negara-negara lain. Ini yang lalu menjadikan beberapa penyedia layanan terus menggenjot jumlah customer. Yang terbaru adalah, kelompok usaha Bakrie tertarik ikut bermain di ladang yang masih dianggap basah ini. Lewat bendera VivaSky, ia akan menantang dominasi Indovision sebagai pemimpin pasar. Dan sepertinya, sebagai pemain baru, VivaSky akan menggunakan momen Piala Dunia 2014 Brasil sebagai salah satu menu andalan jualannya. Karena, sebagaimana kita tahu, Viva (yang membawahi TVOne dan ANTV) adalah juga pemegang hak siar gelaran sepak bola terakbar sejagad itu di Indonesia.

Jual Set Top Box Berkualitas – Itu soal lain. Hal lain yang  juga kita tahu adalah, rencana pemerintah untuk men-switch-off semua pemancar televisi analog pada tahun 2018. Dan sebagaimana juga telah ditetapkan, Indonesia akan menggunakan sistem digital berjaringan. Artinya, siaran televisi itu masih dipancarkan melalui tower-tower sampai menjangkau antena penerima di area tertentu. Beberapa pihak mengatakan ini lebih mahal ketimbang, misalnya, sinyal digital itu langsung dipancarkan dari satelit. Hitungannya, dengan memanfaatkan satu satelit saja, siaran sudah bisa menjangkau semua wilayah Indonesia. Dengan begitu, tidak diperlukan lagi tower-tower di banyak kota.
Yang jelas, nantinya, kalau semua siaran telah berteknologi digital, bagi pemilik televisi analog seperti saya dan belum mampu membeli pesawat televisi keluaran terbaru yang berteknologi digital, harus membeli satu perangkat tambahan sebagai penerima sinyal, kemudian dimasukkan ke pesawat televisi melalui kabel AV. Dengan begitu, kualitas gambar menjadi lebih cling, menjadi lebih bening.
Yang pening adalah, para pengusaha televisi lokal yang telah menanamkan modal begitu besar sejak pemerintah mengizinkan tumbuh suburnya stasiun televisi bahkan di kota-kota kecil ini. Sebabnya, dengan regulasi itu, ketika semua stasiun harus bersiaran digital, para pengelola televisi lokal itu keberatan membeli perangkat digital yang terbilang mahal. Jangankan membeli peralatan baru, untuk biaya operasioanl saja, sejak berdiri sampai sekarang modal belum impas.
“Sebagian besar stasiun televisi lokal masih pakai teknologi analog. Terus bagaimana alat-alat itu? Apa mau dijadikan besi tua?” tanya Agung Dharmajaya, perwakilan Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) dalam seminar Siaran Televisi Digital antara Keinginan dan Kenyataan yang digelar di Aula Gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair (3/11/12) sebagaimana diwartakan Radar Surabaya.

Tahun 2018 masih lima tahun lagi. Masih ada waktu untuk menabung dan membeli pesawat televisi baru, atau minimal membeli seperangkat set top box yang harganya masih ratusan ribu itu. Beruntung, kemarin saya mendapat kiriman Digital Video Broadcasting- Terrestrial (DVB-T) dari seorang blogger kenalan saya di dunia maya.

Lewat alat itu, saya sempat menjajal sinyal siaran televisi digital di Surabaya. Karena, dengar-dengar, selain TVRI, Metro TV telah bersiaran digital juga di Surabaya. Tentu saja televisi lain segera menyusul, sebagaimana telah beberapa stasiun televisi besar lakukan di Jakarta dan Bandung.
Pemasangan alat DVB-T itu gampang sekali. Alat tipis mungil dengan berat kurang dari sekilo itu hanya membutuhkan daya listrik sebesar 10 Watt. Cara install-nya; kabel antena saya yang masih UHF itu saya cabut dari pantat televisi dan saya colokin ke pantat DVB-T. Terus, ‘hubungan badan’ antara pesawat televisi dan set top box itu saya tautkan memakai kabel AV.
Lalu saya putar pesawat televisi saya pada posisi AV. DVB-T saya ‘on’ kan, kemudian saya setting pencarian otomatis (karena kalau setting manual saya kurang paham, beda banget dengan cara setting manual pada pesawat televisi analog), dan; jreng, jreng! Ada enam siaran tertangkap sinyalnya.  Dan semuanya milik TVRI! Entah kemana MetroTV yang kabarnya telah bersiaran digital di Surabaya. (Belakangan saya tahu, ternyata DVB-T yang saya dapatkan itu sudah ketinggalan zaman. Pantas saja cuma bisa menerima sinyal TVRI. Karena MetroTV dan televisi swasta lainnya, sudah selangkah lebih maju, dan untuk bisa menerima sinyal digitalnya, sudah harus memakai DVB-T2) – Jual Set Top Box Berkualitas.

Dari enam sinyal yang ketangkap itu, hanya tiga yang bergambar. Satu; TVRI Nasional,  dua; TVRI-Surabaya. Sementara, tiga; TVRI-3 hanya muncul gambar ‘pelangi’ sebagaimana siaran uji coba sebuah stasiun televisi. TVRI-1, TVRI-2, dan TVRI-4 hanya muncul nama saja.

Mutu gambar digital terlihat lebih jelas. Tidak ada lagi ‘kepyur’ sedikitpun. Karena dalam teknologi siaran digital, hanya ada dua kemungkinan; gambar tertangkap jelas karena sinyal kuat, atau gambar tidak akan nampak sama sekali kalau sinyal kurang kuat. Tidak seperti sistem analog, yang kalau sinyal kurang sempurna, gambar tertangkap berbonus semut berbaris alias remeng-remeng. (Ini saya ingat ketika di kampung dulu, dan di kota saya tower pemancar belum ada. Walau orang telah memasang antena sedemikian tinggi, karena jarak desa saya dan Surabaya –tempat menara pemancar-ulang stasiun televisi swasta kala itu berada– sedemikian jauhnya, maka gambar yang muncul di layar kaca sangatlah kabur. Sekalipun begitu, penonton tidak kabur. Ini dikarenakan, ingin menikmati menu lain setelah sekian puluh tahun hanya menikmati menu olahan TVRI). – Jual Set Top Box Berkualitas